Rabu, 16 Maret 2011

PENGENALAN DIRI

APA SUKSESMU?

Menjadi seseorang yang sukses tentu adalah impian semua orang, karena tidak ada
satupun manusia yang sesungguhnya bermimpi untuk menjadi orang yang gagal. Namun ukuran
sukses setiap orang adalah biasanya berbeda. Ukuran sukses Fulan adalah lulus dengan IP diatas
3.50. Ukuran sukses Jamil adalah menjadi ketua sebuah organisasi yang ia geluti. Ukuran sukses
Adit adalah punya mobil, rumah mewah, dan menjadi direktur perusahaan multinasional. Ukuran
sukses Daus adalah mendapatkan hati Irma, sang bunga kampus.
Tetapi apa kesuksesan itu sama dengan yang mereka angankan? Pertanyaan selanjutnya
adalah apakah mereka akan bahagia dengan kesuksesan itu? Apa artinya sukses jika tidak
bahagia? Jika kita hendak menjawab semua pertanyaan tersebut, maka tiada jalan lain adalah
pengertian kesuksesan harus selalu selaras dengan pengertian kebahagiaan.
Fulan bisa lulus dengan IP 3.87, tetapi selama di kampus ia tidak pernah bisa bergaul
karena waktunya habis untuk belajar. Ia merasa kesepian. Sebaliknya, Jamil berhasil menjadi
ketua BEM. Namun karena kesibukannya, IP-nya selalu hancur sehingga dia lulus dalam waktu
6,5 tahun dengan IP pas-pasan. Ia kemudian menyesal terlebih melihat banyak temannya sudah
lulus dan bekerja. Sementara Daus, setelah mendapatkan Irma ternyata uang sakunya selalu habis
dan terpaksa ia hutang kanan kiri. Belum lagi ia sering merasa minder dengan gaya hidup Irma
yang memang anak orang kaya. Begitupun Adit, diawal usia 35 sudah punya rumah mewah dan
mobil keren, tetapi ia merasakan kekosongan hidup. Setelah tercapai semua, ia malah merasakan
hidupnya hampa.
Kembali menjawab pertanyaan di atas, kesuksesan yang berarti kebahagiaan ternyata
jawabannya adalah KESEIMBANGAN. Kita dapat dikatakan sukses dan bahagia ketika hidup
kita seimbang. Misalnya adalah sebagai mahasiswa kita bisa selalu IP diatas 3.00, tetapi kita
tidak kehilangan kehidupan sosial karena aktif dalam keorganisasian maupun pergaulan dengan
teman. Selain itu dan terlebih penting lagi, ketakwaan dan ibadah kita selalu terjaga karena itulah
yang menjaga perilaku dan memberi kita motivasi terbesar untuk berjuang, ALLAH.
Menjadi pertanyaan mendasar selanjutnya adalah bagaimana dengan diri kita? Sudahkah
diri kita berada pada keseimbangan hidup menuju kesuksesan dan kebahagiaan yang kita
inginkan? Bagaimana pula tahapan menuju kesana? Sudahkah anda bisa menjawabnya?

TAHAPAN MENUJU SUKSES

Kesuksesan bukan sesuatu yang datang tiba-tiba layaknya bintang jatuh dari langit, ia
merupakan hasil dari sebuah proses perjalanan yang bernama PERJUANGAN. Perjalanan
tersebut melalui tangga-tangga yang setiapnya haruslah dilewati. Tangga pertama adalah
berinisiatif melakukan perubahan diri yang inisiatif tersebut kita wujudkan dengan mengucap
Tangga berikutnya yang harus kita titi adalah Evaluasi Diri menanyakan siapa diri kita
sejatinya. Hal ini penting dilakukan untuk melihat posisi diri kita melalui refleksi diri maupun
masukan yang kita terima dari orang di sekitar kita. Pengenalan potensi ini sangat penting karena
apa yang kita tetapkan sebagai cita-cita kita nantinya berpijak pada apa yang menjadi potensi
kita.
Tahap kedua adalah melakukan analisa diri. Kita melakukan analisa atas apa sebenarnya
yang menjadi impian dan cita-cita kita, menentukan apa sesungguhnya bentuk kesuksesan bagi
kita, menetapkan koordinat tujuan hidup kita (sebagaiman dalam kompas saat pelayaran).
Tahapan ini penting karena bagaimana kita bisa berjalan meniti hari (hidup) tanpa pernah tahu
tujuan hendak kemana kita.
Pada tahap berikutnya berarti kita tinggal ikhtiar atau berjalan dan bekerja
mewujudkannya. Dalam proses ini sangat diperlukan kemampuan manajemen diri. Pengelolaan
diri agar langkah kita tetap berda pada jalur kesuksesan yang kita tuju. Manajemen yang kita
lakukan meliputi manajemen waktu sekaligus manajemen stress.
KENALI DIRI SENDIRI!
Untuk membuat perubahan, mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan sekarang
juga.

Untuk menjawab pertanyaan diatas sekaligus membuat perubahan menuju kesuksesan
dan kebahagiaan - termasuk perubahan dari sekedar mahasiswa biasa menjadi mahasiswa yang
sukses & bahagia - maka kita harus mulai dari mengenali diri kita sendiri. Kita mulai dari
evaluasi diri sendiri, sudah seimbang, sukses, dan bahagiakah hidup kita. Hal ini penting untuk
menjaga langkah dan motivasi kita. Jangan sampai kita ternyata hanya sukses di satu bidang dan
tidak di bidang lain sehingga kita tidak seimbang dan ternyata sesungguhnya tidak merasa
bahagia. Selalu mengevaluasi diri, memberi kita motivasi untuk selalu meningkatkan diri dan
meningkatkan diri.
Mengenali diri dapat kita lakukan melalui dua jalan. Cara pertama yaitu kita melakukan
perenungan guna mendapatkan refleksi diri sendiri. Kita mencoba menilai pada posisi mana
prestasi, tingkat ketaqwaan, kesehatan, kehidupan sosial, dan keharmonisan keluarga kita. Kita
melakukan pencerminan bagaimana perilaku kita dan tanggapan orang terhadap perilaku kita
selama ini.

Cara kedua yaitu meminta masukan atau feedback dari orang sekitar kita. Melalui
penilaian orang lain atas kesan luar (first impression) yang mereka tangkap ataupun kesan
personal (deep impression) yang mereka dapatkan dari hubungan yang dalam, kita
mengkonfirmasi bagaimana kita mempersepsi diri dan berperilaku selama ini. Cara kedua ini
bisa kita lakukan dengan metode bermain Johari Windows. Kita menanyakan kepada beberapa
orang 5 (lima) kelebihan dan kekurangan kita.
Asumsinya bahwa semakin banyak yang diketahui orang dan kita juga tahu, berarti
semakin kita kenal diri (high self awarness). Maka, semakin sehat kepribadian kita. Dapat kita
analogikan seperti pinguin yang berjalan penuh percaya diri dengan segala kelebihan maupun
kekurangannya.
Sebaliknya semakin banyak kita tidak tahu tetapi orang lain tahu tentang kita, berarti
semakin kita tidak kenal diri (low self awarness). Hal ini dapat dianalogikan seperti seekor
anjing yang tidak sadar diri bahwa perilaku menyalaknya sering mengganggu orang tidur dan
begitupun kebiasaannya buang kencing sembarangan sangat menjijikkan.
Aku Tahu
Aku Tidak Tahu
Orang Lain Tidak Tahu
Orang Lain Tahu

Sedangkan semakin banyak yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu, atau semakin
banyak yang kita sembunyikan, maka lebih banyak energi kita habiskan untuk menutup rahasia
tersebut. Ini berarti energi yang tersisa untuk melangkah maju semakin sedikit. Kita seperti
seorang serdadu memanggul ransel yang sangat berat atau seperti seekor kura-kura dengan
cangkang besar di punggung sehingga langkah menjadi begitu lambat.
Melalui Johari Window pula kita akan dapat melihat bahwa ternyata tidak ada satupun
manusia yang tidak punya kekurangan termasuk mungkin orang yang selama ini kita kagum atau
bahkan iri dengan segala keberuntungannya, dan begitu pula dengan diri kita. Oleh karena itu
tidak boleh ada seorangpun yang merasa rendah diri, tidak percaya diri, ataupun minder. Lebih
jauh lagi kita harus hati-hati dengan perasaan minder karena boleh jadi tanpa kita sadari telah
menghina Allah yang mencipta kita.

Sebaliknya kita juga akan melihat bahwa sejatinya setiap orang memiliki kelebihan,
termasuk diri kita maupun mungkin orang yang selama ini sering kita pandang rendah dan kita
olok-olok karenanya. Hal ini seharusnya menjadi kesadaran bahwa tidak selayaknya ada manusia

Aku Tahu
Aku Tidak Tahu
Orang Lain Tidak Tahu
Orang Lain Tahu

termasuk kita yang menjadi sombong karena kelebihan kita, baik kecakapan rupa, fisik,
kekayaan, kepandaian, gelar, maupun jabatan.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar